Djibouti Jadi Negara Kedua di Kawasan Timur Tengah & Afrika Utara yang Terima Vaksin COVAX

Djibouti Jadi Negara Kedua di Kawasan Timur Tengah & Afrika Utara yang Terima Vaksin COVAX

Djibouti adalah negara kedua di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), yang menerima vaksin virus corona (Covid 19), setelah vaksin AstraZeneca tiba pada pengiriman batch pertama. Vaksin yang diproduksi Serum Institute of India (SII) ini tiba di Bandara Internasional Djibouti dan merupakan bentuk dukungan UNICEF melalui skema COVAX. Dikutip dari laman Reliefweb, Selasa (9/3/2021), COVAX adalah koalisi bersama yang diinisiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), GAVI, Aliansi Vaksin, serta Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Skema ini dibentuk untuk memastikan pendistribusian vaksin Covid 19 dilakukan secara adil dan merata ke negara berpendapatan rendah. Pengiriman tersebut dilakukan menyusul kedatangan sejumlah jarum suntik yang telah tiba sebelumnya. Jarum suntik yang dikirimkan sebelumnya itu merupakan bagian dari persediaan global yang didanai dan didukung oleh GAVI serta dikirimkan UNICEF atas nama Fasilitas COVAX pada 27 Februari 2021.

WHO telah bekerja sama dengan otoritas nasional untuk menerapkan strategi vaksinasi yang mencakup pelatihan bagi petugas pemberi vaksin, memastikan keamanan vaksin, dan pengawasan terhadap efek samping. Vaksin yang dikirimkan pada batch pertama ini akan berfokus pada vaksinasi untuk petugas kesehatan, orang yang berusia di atas 50 tahun serta orang dengan penyakit penyerta (komorbid). Melalui kontribusi COVAX dan komitmen untuk melanjutkan upaya dalam mengakhiri pandemi, pemerintah Djibouti menjamin kelangsungan fasilitas dan akses ke layanan esensial.

Menteri Kesehatan Djibouti, HE Mohamed Warsama Dirieh pun mengapresiasi kerja sama semua mitra yang memungkinkan Djibouti menerima vaksin ini melalui Fasilitas COVAX. "Vaksin adalah bagian penting dalam mengendalikan penyebaran virus dan akhirnya kehidupan kami akan kembali normal," kata HE Mohamed Warsama Dirieh. Ia pun mendesak warganya yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar agar bisa mendapatkan vaksinasi secepat mungkin.

Secara global, pemerintah Djibouti telah mampu menekan angka penyebaran virus di negara itu melalui tindakan preventif. Perlu diketahui, negara ini memiliki 6.102 orang yang didiagnosis positif terinfeksi Covid 19 dengan 63 kematian, sejak munculnya kasus pertama di Djibouti pada 18 Maret 2020. "Hari ini adalah fase baru dalam melawan Covid 19 di Djibouti, karena fasilitas COVAX, kontribusi GAVI, dan komitmen otoritas Djibouti. Kami dan semua mitra tidak sabar untuk memulai program vaksinasi kepada orang orang yang memenuhi syarat untuk memastikan perlindungan maksimal dari populasi dan untuk mengakhiri pandemi ini serta kembali ke kehidupan normal," kata perwakilan UNICEF di Djibouti, Melva Johnson.

Sementara Perwakilan WHO di Djibouti, Dr Mondher Letaief mengatakan kedatangan vaksin ini menandai fase baru dalam respons berkelanjutan terhadap Covid 19 di negara itu. "Semakin banyak orang yang divaksinasi, maka semakin efektif vaksin tersebut dalam memperlambat penyebaran virus menurunkan tingkat infeksi dan melindungi seluruh masyarakat. Tetapi kita harus selalu ingat bahwa vaksinasi hanya bekerja jika digabungkan dengan semua strategi kesehatan masyarakat lainnya," jelas Dr Letaief. GAVI Senior Country Manager untuk Afghanistan dan Djibouti, Ricard Lacort menyampaikan bahwa pihaknya akan melanjutkan komitmen untuk mengirimkan vaksin kepada negara yang membutuhkan.

“Sangat menarik mengetahui bahwa vaksin COVAX telah mendarat di Djibouti. Terima kasih kepada Djibouti dan mitra yang telah bekerja tanpa lelah untuk mencapai tonggak pertama ini. Ini baru permulaan, kami akan mengirimkan vaksin kepada semua yang membutuhkan," tegas Lacort. Melalui dukungan GAVI, WHO dan UNICEF akan bekerja sama dengan pemerintah Djibouti untuk meluncurkan kampanye vaksin nasional untuk menjangkau semua orang yang memenuhi syarat vaksinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.